MLM vs Internet
Marketing. Pilih Mana ?
Bisa jadi sebagian dari anda akan memilih Internet
Marketing. Lho! Kenapa ? Anda termasuk yang alergi ketika mendengar kata
MLM ? jangan kuatir. Anda bukan satu-satunya.
Citra MLM atau Multi Level Marketing belakangan
memang semakin terpuruk. MLM dikenal sebagai bisnis yang menjadikan para
Downline sebagai sapi perah dan hanya menguntungkan para Upline senior belaka. Hal
ini diperparah dengan perilaku segelintir perusahaan oportunis yang menjalankan Money
Game dengan kedok MLM. Mereka kerap menjanjikan keuntungan besar dalam
waktu singkat, plus testimoni dahsyat dari para tokoh terkenal, lantas menarik
biaya bergabung dengan angka yang lumayan tinggi. Hasilnya ? 80% peserta Gatot
alias Gagal total !
Tapi apakah benar MLM seburuk itu ? Padahal bahkan sekaliber
Rober T.Kiyosaki – penulis Rich Dad, Poor Dad dan The CashFlow Quadrant –
serta Donal Trump sempat merekomendasikan model bisnis MLM ini.
Artinya, model bisnis MLM ini cukup menjanjikan sebagai
solusi dalam meningkatkan perekonomian bangsa kita. Tapi kenapa kenyataannya
sangat bertolak belakang ? dimana letak
salahnya ?
Masalahnya sederhana. Para pelaku MLM terlalu berharap jadi
cepat kaya secara instant. Akibatnya mereka dengan mudah terjerumus tanpa berusaha
menjalankan kegiatan bisnis MLM yang
sebenarnya.
Selain itu, pada dasrnya bisnis MLM memang bukan bisnis yang
‘mudah’ untuk dijalankan. Banyak hal yang harus dilakukan dan tidak semua orang
nyaman dengan kegiatan tersebut. Apa saja ?
1. MLM mengharuskan para membernya menjual produk.
Tidak semua orang pintar dan mau jualan. Apalagi umumnya produk MLM tidak umum dan harganya juga relatif mahal. Ditambah lagi budaya bangsa kita yang selalu memandang sebelah mata pada para pedagang, membuat kegiatan sales ini menjadi kegiatan yang mengganggu gengsi sebagian besar masyarakat kita. Bagi sebagian masyarakat kita, jadi pegawai jauh lebih terhormat daripada jadi pedagang. Padahal gak sedikit pedagang nasi uduk pinggir jalan yang penghasilannya lebih tinggi dari seorang Teller Bank.
Tidak semua orang pintar dan mau jualan. Apalagi umumnya produk MLM tidak umum dan harganya juga relatif mahal. Ditambah lagi budaya bangsa kita yang selalu memandang sebelah mata pada para pedagang, membuat kegiatan sales ini menjadi kegiatan yang mengganggu gengsi sebagian besar masyarakat kita. Bagi sebagian masyarakat kita, jadi pegawai jauh lebih terhormat daripada jadi pedagang. Padahal gak sedikit pedagang nasi uduk pinggir jalan yang penghasilannya lebih tinggi dari seorang Teller Bank.
2. MLM mengharuskan para membernya merekrut member baru
dalam jaringannya.
Ditengah citra MLM yang semakin buruk, membuat kegiatan rekrutmen ini jadi begitu sulit dan bikin patah semangat. Salah-salah hubungan pertemanan yang sudah akrab bisa rusak hanya gara-gara diajak gabung dengan salah satu perusahaan MLM. Ngajak orang yang tidak kita kenal ? halah ! ngajak temen aja susah, apalagi yang gak kenal ?
Ditengah citra MLM yang semakin buruk, membuat kegiatan rekrutmen ini jadi begitu sulit dan bikin patah semangat. Salah-salah hubungan pertemanan yang sudah akrab bisa rusak hanya gara-gara diajak gabung dengan salah satu perusahaan MLM. Ngajak orang yang tidak kita kenal ? halah ! ngajak temen aja susah, apalagi yang gak kenal ?
3. MLM umumnya mengharuskan para membernya untuk Tutup
Point sebagai syarat Bonus.
Jualan aja gak bisa, tapi disuruh beli produk terus. Lah kalo gak laku itu produk mau diapain?
Jualan aja gak bisa, tapi disuruh beli produk terus. Lah kalo gak laku itu produk mau diapain?
Ya, itulah sebagian permasalahan yang kerap dituding sebagai
biang kegagalan bisnis MLM.
Bagi Anda yang pernah menjalankan Bisnis MLM atau yang saat
ini sedang menjalankan Bisnis MLM.Apakah anda TERMASUK salah 1 diantara yang
mengalami hal dibawah ini :
- Tidak suka rekrut mendatangi orang & merayu-rayu agar join?
- Tidak suka presentasi & training kesana kemari?
- Tidak suka bonus yang ribet & sulit mencapainya?
- Tidak suka pertemuan formil yang menghabiskan banyak waktu?
- Tidak ada waktu & tidak bisa follow up terus menerus?
- Tidak bisa jualan & menawarkan ke orang langsung (door to door)?
- Tidak suka bermacet ria di jalan?
- Tidak suka bisnis yang HANYA menguntungkan yg join duluan (money game)?
- Tidak suka MLM yang menjadikan downline sebagai “sapi perah” upline?
- Tidak suka ditolak terus menerus (sudah nawarin sampai berbusa ehhh ditolak! cape dehh)?
- Tidak suka hubungan baik dengan teman/sahabat/kerabat menjadi terganggu?
- Tidak suka meninggalkan keluarga tercinta dirumah saat berbisnis?
JAWABANNYA BISNIS MLM ONLINE + INTERNET MARKETING
Ya, benar. Daripada pusing mau pilih antara MLM atau
Internet Marketing, mending kita gabung aja. Konsep yang bagus dari bisnis MLM seperti bisnisonline networking ,akan memangkas semua kendala yang ada. Selanjutnya
anda bisa abaikan semua teknik jualan MLM konvensional. Cukup jalankan teknik
Bisnis Online yang sudah anda kuasai.
Hanya saja jika anda masih lakukan secara KONVENSIONAL maka
anda pasti akan mengalami banyak hal “tidak suka” seperti diatas… padahal itu
adalah syarat utama jika anda ingin sukses dalam network marketing! lalu
bagaimana? apakah ada cara untuk orang yang banyak “tidak suka” hal-hal
“menakutkan” seperti poin-poin diatas, bisa SUKSES & menikmati pasif
income?
Silahkan bandingkan bisnis yang kami berikan penawaran ini,mungkin ini bisa dijadikan solusi menghasilkan income terbaru,buat anda sesuai dengan Jawaban Bisnis MLM Online + Internet Marketing Silahkan kunjungi situs webnya di: www.toserba2u.com
Tidak ada komentar:
Posting Komentar